Selasa, 20 Desember 2016

Bagi kalian yang suka baca novel atau menonton film. Apakah kalian pernah berfikir mengapa sih sebuah pesan moral atau amanat itu selalu ada akhir. Kenapa ngga di awal saja biar lebih indah dan tidak bikin penasaran??

Karena nyatanya kita harus memahami dahulu kemudian kita bisa tahu makna dari film tersebut.
Intinya "kita tahu karena kita paham"

Seperti halnya menuntut ilmu.
Kita harus memahaminya terlebih dahulu. Kita harus mempelajarinya terlebih dahulu yang kemudian kita tahu apa itu fungsi dari menuntut ilmu.
Bahkan kita juga harus terima dan jika kita mempelajari ilmu yang kurang penting juga bagi saya seperti fisika. Yang mempelajari dan menghitung pohon yang sudah miring, kemudian di hitung sudut miringnya berapa dan mengapa bisa miring?
Kalo bagi saya mah itu ngga penting. Ngga usah di hitung-hitung miringnya kenapa ngga usah ngitung sudut miringnya berapa. Tinggal tegor ajah pohonnya terus di potong kecil-kecil buat dijadiin kayu bakar. Mungkin  itu lebih bermanfaat dari pada kita harus menghitungnya terlebih dahulu yang mungkin bisa menghabiskan waktu bagi orang yang tidak tahu rumus nya :-D
Bukan saya benci fisika hanya saja belum suka sama fisika :v

Itu menurut saya. Menurut kalian itu terserah kalian. Dan kalo kalian kurang mengerti dengan tulisan saya. Saya minta maaf.

Arti hidup


Ini menurut ku,
Sepeda itu berjalan karena roda. Atau bagian inti dari kendaran itu roda.
Bagaimana jika kita beli sepeda hanya roda nya saja tidak ada rangka nya. Itu mungkin seperti sebuah lelucon.

Kita ibaratkan roda itu sebagai iman dan rangka itu sebagai ilmu

Bagian inti dari kehidupan adalah iman atau beribadah. Namun tanpa ilmu kita tidak bisa apa-apa dan tanpa ilmu kita bukan apa-apa.
Kita tahu sesuatu yang bisa menyelamatkan kita karena ilmu dan kita juga tahu agama apa yang dapat menyelamatkan kita karena ilmu.
Sebagian besar Al-qur'an pun mengulas banyak tentang ilmu bahkan hadits pun ikut mermperjelas tentang ilmu dan tata cara menuntut ilmu.
Allah pun sudah menjamin akan mengangkat derajat orang yang ber-ilmu yang juga di jelaskan dalam surat Al-mujadilah.
Nabi Muhammad bersabda :

"Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat"

Buya Hamka pernah berkata:

"Iman tanpa ilmu bagikan lentera di tangan bayi, namun ilmu tanpa iman bagaikan lentera di tangan pencuri"

Sungguh begitu pentingnya ilmu itu.
Kita semua yang hadir di dunia ini adalah orang yang beruntung. Dari berjuta pesaing yang jua ingin hadir di dunia untuk menyaksikan indahnya dunia.

Tapi ingat! Jangan hanya mengedepankan dunia hanya untuk sesuatu yang tak berguna. Toh kita juga masih punya alam yang kekal yaitu alam akhirat.

Kalau kata ustad saya,
Kita hidup di dunia ini seperti orang yang lagi neduh di bawah pohon besar saat hujan deras dan ingin menuju rumah untuk mandi,makan dan bersenang-senang. Pohon ini kita ibaratkan sebagai dunia dan rumah ini kita ibaratkan sebagai akhirat. Kita neduh hanya sementara dan jikalau hujan telas usai kita pun akan melanjutkan perjalanan kita menuju rumah untuk mengganti pakaian,makan dan bersenang-senang.
Selebihnya mungkin anda bisa memahami nya lebih lanjut tentang makna dunia bagi kita.

Ini pengertian dari hidup versi saya, jika kalian berbeda itu urusan kalian.
Jika kalian mengerti saya ucapkan terimakasih dan sebaliknya. Saya ucapkan mohon maaf